Page 1 (data 1 to 8 of 8) | Displayed ini 30 data/page
Corresponding Author
Mumpuni Nur Izzati
Institutions
(1) Departemen Kimia, IPB University, Bogor, Indonesia
*mra.ipb.ac.id
(2) Departemen Statistika, IPB University, Bogor, Indonesia
Abstract
Temu lawak (Curcuma xanthorriza) merupakan tanaman obat yang diketahui memiliki efek farmakologis dengan efek samping yang rendah. Kunyit (Curcuma longa) dapat menghasilkan warna yang mirip dengan sampel temu lawak sehingga berpotensi menjadi bahan pemalsu pada sampel temu lawak terutama jika sudah disajikan dalam bentuk serbuk. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode analisis unutk autentikasi sampel temu lawak dari kunyit dengan konsentrasi pemalsu 0.5 ppm dan 1 ppm. Temu lawak dan kunyit murni diekstraksi dengan pelarut etanol 1:10 menggunakan metode ultrasonikasi selama 40 menit. Ekstraknya kemudian dipekatkan dengan pemutar uap dan pengering beku. Sampel pemalsu dibuat dengan mencampurkan ekstrak temu lawak murni dengan ekstrak kunyit pada konsentrasi pemalsu 0.5 ppm dan 1 ppm. Serapan larutan diukur pada panjang gelombang 200-800 nm dengan spektrofotometer ultraviolet-tampak dan pada bilangan gelombang 4000-400 cm-1 dengan spektrofotometer FTIR. Analisis multivariat menggunakan analisis parsial kuadrat terkecil-analisis diskriminan, analisis komponen utama-analisis diskriminan linear dan SIMCA dilakukan terhadap fusi data kedua rentang panjang gelombang. Analisis parsial kuadrat terkecil-analisis diskriminan dan analisis komponen utama-analisis diskriminan linear, belum mampu mengautentikasikan sampel pemalsu, namun analisis menggunakan SIMCA mampu mendeteksi adanya perbedaan antara temu lawak murni dengan sampel pemalsu baik itu pada konsentrasi 0.5 ppm maupun 1 ppm.
Keywords
autentikasi, fusi data, kemometri, temu lawak.
Topic
Teknologi Panen dan Kontrol Kualitas
Corresponding Author
M. Bakti Samsu Adi
Institutions
a), b), c) Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Tawangmangu
*adi.b2p2to2t[at]gmail.com
Abstract
Ketersediaan stok dalam suatu kegiatan pelayanan yang menggunakan bahan baku adalah sangat penting. Diperlukan manajemen yang baik agar keseimbangan dalam keluar masuk bahan baku tetap terjaga dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari mengenai pentingnya evaluasi terhadap ketersediaan bahan baku simplisia tanaman obat yang digunakan dalam pelayanan berbasis penelitian di Klinik Saintifikasi Jamu Tawangmangu. Analisis dilakukan terhadap data persediaan simplisia Orthosiphon aristatus (Blume) Miq. yang dicatat sejak bulan Juli tahun 2011 sampai bulan Desember tahun 2017 di gudang simplisia Laboratorium Pasca Panen. Analisis yang digunakan adalah analisis runtun waktu dengan metode ARIMA untuk meramalkan kebutuhan simplisia beberapa waktu ke depan. Hasil analisis menunjukkan bahwa stok O. aristatus yang disimpan di gudang simplisia mengalami kelebihan stok yang disebabkan oleh produksi yang tinggi, sementara penyerapannya rendah. Oleh karena itu, stok harus dikurangi hingga terjadi keseimbangan antara stok dan kebutuhan. Manajemen stok yang baik, akan menjadikan kualitas bahan dan keseimbangan stok tetap terjaga.
Keywords
Stok; ARIMA; peramalan; simplisia
Topic
Teknologi Panen dan Kontrol Kualitas
Corresponding Author
sofia fatmawati
Institutions
Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
Abstract
Madu adalah cairan alami yang umumnya mempunyai rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu dari sari bunga tanaman atau bagian lain dari tanaman. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi madu komersial yang dijual di indonesia dengan perbedaan jenis sumber bunga dengan penambahan gula menggunakan Spektrofotometri FT-IR. Gula seringkali digunakan sebagai campuran madu komersial guna mengurangi biaya produksi atau pada kasus pemalsuan. Madu bunga kapuk, madu bunga kelengkeng, madu multiflora, glukosa, fruktosa dan sukrosa masing-masing diamati spektrum FT-IR pada rentang inframerah tengah (4000-650 cm-1). Pengamatan spektrum juga dilakukan pada madu yang ditambahkan dengan masing-masing gula dengan konsentrasi 10%-90%. Perbedaan sumber bunga dan gula memberikan perbedaan spektrum pada beberapa puncak absorban. Model PCA (Principal Component Analysis) dengan 2 principal component digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan profil puncak antar spektrum. Analisis PCA dan spektrum inframerah dapat membedakan jenis sumber bunga madu dan madu yang telah ditambah dengan gula.
Keywords
madu, gula, infra merah, kemometrik
Topic
Teknologi Panen dan Kontrol Kualitas
Corresponding Author
Syifa Muflihah
Institutions
Divisi Kimia Analitik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor
Abstract
Sambiloto (Andrographis paniculata) mengandung diterpena lakton, salah satunya andrografolida sebagai zat aktif utama dari tanaman ini. Kandungan senyawa dalam sambiloto dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya umur tanaman. Pelarut pengekstraksi juga akan mempengaruhi jumlah senyawa yang terekstraksi dalam tanaman. Umur tanaman yang digunakan, yaitu 2, 3, dan 4 bulan dengan pelarut pengekstraksi air dan etanol (50%, 70%, dan PA). Analisis dilakukan dengan metabolomik sidik jari menggunakan teknik spektroskopi ultraviolet-tampak (UV-Vis) dan inframerah (FTIR). Ekstrak herba sambiloto dengan perbedaan umur tanaman dan tipe pelarut pengekstraksi menghasilkan spektrum yang mirip, perbedaan hanya terdapat pada nilai absorbans. Setiap ekstrak diklasifikasikan menggunakan kemometrika tipe principal component analysis (PCA). Hasil PCA dari FTIR, UV-Vis, dan fusi data menunjukkan sampel dapat terkelompok dalam kelasnya masing-masing. Data FTIR lebih mendominasi hasil fusi data, karena data FTIR memiliki nilai eigen yang lebih besar dibandingkan data UV-Vis. Bi-plot PCA juga menunjukkan variabel yang berpengaruh pada klasifikasi fusi data adalah nilai absorbans yang dihasilkan dari FTIR.
Keywords
Fusi data, metabolomik sidik jari, PCA, sambiloto
Topic
Teknologi Panen dan Kontrol Kualitas
Corresponding Author
Winda Rismayani
Institutions
(a) Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor
(b) Departemen Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahan Alam, Institut Pertanian Bogor
Abstract
Tempuyung (Sonchus arvensis L.) merupakan tanaman yang telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional maupun sayuran di Indonesia. Daun tempuyung telah dilaporkan memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai antioksidan. Kandungan senyawa yang terkandung di dalam daun tempuyung dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya jenis dan pelarut pengekstraksi. Penelitian bertujuan menentukan korelasi antara gugus fungsi dan aktivitas antioksidan dari daun tempuyung dengan perbedaan jenis dan konsentrasi pelarut. Daun tempuyung diekstraksi dengan berbagai jenis dan konsentrasi pelarut, seperti akuades, etanol 10%, etanol 30%, etanol 50%, etanol 70%, dan etanol pa. Setiap ekstrak ditentukan aktivitas antioksidan, kadar fenolik total, dan gugus fungsi komponen ekstrak menggunakan spektrofotometer inframerah transformasi fourier (FTIR). Nilai aktivitas antioksidan dan kadar fenolik total tertinggi didapatkan pada ekstrak etanol 70%. Spektrum inframerah menghasilkan pola yang mirip, perbedaan hanya terdapat pada intensitasnya. Ekstrak daun tempuyung dapat dikelompokkan berdasarkan variasi pelarut pengekstraksi menggunakan kemometrika tipe principal component analysis (PCA) dengan total PC sebesar 93%. Data serapan gugus fungsi dikorelasikan dengan aktivitas antioksidan menggunakan partial least square (PLS). Hasil analisis PLS menunjukkan bahwa gugus fungsi –OH dan C-O merupakan gugus fungsi yang diduga berkontribusi paling tinggi pada aktivitas antioksidan ekstrak daun tempuyung.
Keywords
antioksidan, fenolik total, FTIR, PCA, PLS
Topic
Teknologi Panen dan Kontrol Kualitas
Corresponding Author
Alfi Hudatul Karomah
Institutions
Divisi Kimia Analitik, Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IPB University, Bogor
Abstract
Sambiloto (Andrographis paniculata) merupakan tanaman obat yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Aktivitas biologis pada sambiloto dipengaruhi oleh komposisi metabolit didalamnya. Komposisi metabolit tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya bagian tumbuhan yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit ekstrak daun dan batang sambiloto menggunakan LC-MS/MS dan mengklasifikasikan dengan PCA. Sampel batang dan daun dipisahkan dan diekstraksi menggunakan metode sonikasi dengan pelarut etanol 70%. Sebanyak 31 senyawa metabolit teridenfikasi dalam ekstrak batang dan daun sambiloto, yang terbagi ke dalam golongan asam fenolat, diterpen lakton, dan flavonoid. Senyawa metabolit tersebut diklasifikasikan menggunakan PCA. Berdasarkan hasil klasifikasi, setiap ekstrak terkelompok dalam kelas batang dan daun dengan total PC 92%.
Keywords
LC-MS/MS, PCA, sambiloto, senyawa metabolit
Topic
Teknologi Panen dan Kontrol Kualitas
Corresponding Author
Mohamad Rafi
Institutions
Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB
Departemen Kimia FMIPA IPB
Abstract
Tumbuhan obat mengandung beragam senyawa kimia yang dapat menyulitkan upaya pengendalian mutu untuk menunjukkan ciri spesifiknya. Analisis sidik jari kromatografi lapis tipis (KLT) dapat menghasilkan pola pemisahan multikomponen yang khas bagi setiap tumbuhan. Salah satu tumbuhan obat yang banyak digunakan dalam jamu yaitu kencur (Kaempferia galanga). Pada penelitian ini, kami mengembangkan metode analisis sidik jari KLT rimpang kencur untuk kendali mutunya. Analisis sidik jari KLT kencur menggunakan pelat silika gel F254 sebagai fase diam, pelarut kloroform:toluena (9:1) sebagai fase gerak dan dapat memisahkan 11 pita pada sinar ultraviolet 366 nm. Senyawa etil p-metoksisinamat dipilih sebagai penciri dan terdeteksi sebagai pita berwarna ungu pada sinar tampak (RF = 0.85) setelah derivatisasi menggunakan larutan asam sulfat 10% (v/v). Validasi metode menghasilkan pola pemisahan ekstrak rimpang kencur stabil dalam kromatografi, pada pelat dan larutan selama 3 jam serta secara visualisasi. Spesifitas menghasilkan pita berwarna ungu (RF = 0.85) pada profil KLT rimpang kencur yang identik dengan senyawa penciri. Uji presisi dan presisi antara menunjukkan keterulangan pola pemisahan dengan selisih nilai RF masing-masing 0.00-0.01 dan 0.00-0.02. Uji ketegaran menunjukkan hasil yang baik terhadap penurunan jarak pengembangan dan perubahan jenis bejana kromatografi. Metode sidik jari KLT yang dikembangkan dapat digunakan untuk kendali mutu rimpang kencur.
Keywords
kencur; kaempferia galanga; analisis sidik jari; KLT
Topic
Teknologi Panen dan Kontrol Kualitas
Corresponding Author
Elpri Eka Permadi
Institutions
a) Pusat Teknologi Farmasi dan Medika, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Gedung LAPTIAB 1, Kawasan PUSPIPTEK, Tangerang Selatan 15315, Indonesia
*hismiaty.bahua[at]bppt.go.id
Abstract
Binahong (Anredera cordifolia) is one of the useful medicinal plant. Nevertheless, post-harvest studies of Binahong still lack of data. In terms of drying, very view studies have attempted to apply advanced drying methods to improve Binahong quality and reduce drying time. The aim of this study was to determine the effect of post-harvest methods on the quality aspect of Binahong. The leaves of Binahong was dried at oven in 40oC and direct sunlight. Two pretreatments of drying method adopted were steam-blanching and non-blanching. Experimental results showed that steam-blanching pretreatment can abbreviate the drying time on both treatment of oven and direct sunlight drying. However, steam-blanching can cause leaves browning and decreasing in total flavonoid and total phenolic content during the drying process. The TLC showed that all of the treatments contain the vitexin compound. The microbial contamination evaluation showed that the highest total plate count showed by oven drying. The steam-blanching pretreatment combine direct sunlight were recommended.
Keywords
Binahong, drying, post-harvest, steam-blanching
Topic
Teknologi Panen dan Kontrol Kualitas
Page 1 (data 1 to 8 of 8) | Displayed ini 30 data/page
Featured Events
Embed Logo
If your conference is listed in our system, please put our logo somewhere in your website. Simply copy-paste the HTML code below to your website (ask your web admin):
<a target="_blank" href="https://ifory.id"><img src="https://ifory.id/ifory.png" title="Ifory - Indonesia Conference Directory" width="150" height="" border="0"></a>Site Stats